Tuesday, June 3, 2014

Isabella, Ibu di sini

Senyum yang kau lihat, jujur aku katakan bukan ikhlas dari hati,
Senyum sekadar melengkapkan potret ceria, girang gembira,
Dalam hati menangis, meratap teruk,
Tekanan yang ku hadapi hanya aku yang tanggung, bukan orang di sekelilingku,

Ya Tuhan, hanya Kau yang tahu, memang aku merancang tapi Kau yang tentukan segalanya,
Namun aku tetap bersabar walaupun tiada lagi titisan butir kaca yang dapat aku keluarkan,
Aku tetap menanti, aku tetap di sini, aku masih berharap..ya masih,

Isabella, kau jangan risau ya. Ibu tetap menantimu disini.
Hanya bayangan jari-jari kecilmu yang mampu hadir dalam mimpiku
Hanya sayup tangis gelak tawamu yang mampu aku bayangkan

Kau di luar sana, ini bukan kehendak k
u,
Aku mahukannya. Sangat mahukannya,
Aku rela nyawaku tergadai untuk mendapatkannya,
Biar ia menjadi pengganti diriku jika aku tiada,

Aku masih menanti...

No comments:

Post a Comment